Sejarah awal dari berdirinya GBI Tamansari, dirangkumkan melalui foto-foto yang ada di bawah ini untuk mengenang perjalanan masa lalu, melewati suka dan dukanya dalam ladang pelayanan. Biarlah roh kami tetap menyala-nyala sampai Tuhan Yesus datang kembali.
Kami sekeluarga pastori
Jemaat awal GBI Tamansari
Awal pelayanan kami mulai dari tempat tinggal yang sederhana ini, waktu itu saya dan istri serta keempat anak saya dan jemaat awal memulai membuka pelayanan dengan keadaan apa adanya. Kami beribadah diruang tamu, rumah kami hanya memiliki empat ruangan, dua tempat tidur, satu ruang tamu, satu ruang dapur.
Suasana ibadah diruang tamu
Gambar diatas adalah suasana ibadah diruang tamu, meski kami berdesak-desakan tidak mengurangi kekhusukan kami dalam beribadah.
Jemaat tetap antusias memuji Tuhan
Dengan duduk lesehan kami beribadah, karena ruangan terlalu sempit untuk dipasang kursi.
Jemaat duduk diteras
Karena ruang tamu tidak dapat menampung semua jemaat maka ada beberapa jemaat yang duduk diteras untuk beribadah.
Ibadah Sekolah Minggu
Anak-anak Sekolah Minggu mengalami hal yang sama dengan ibadah umum, mereka berdesak-desakan, tetapi mereka tetap bersuka cita.
Anak-anak Sekolah Minggu
Suka cita terpampang diwajah anak-anak kami sekalipun kami tidak punya tempat ibadah yang bagus seperti gereja-gereja pada umumnya, Yang penting Tuhan Yesus selalu mengisi setiap ruang hidup kami.







alangkah indah cra kerja Tuhan utk kita smua, hari demi hari slalu disertai dan tak prnh ditinggalkan sndri shingga kita boleh trs mnjalani stiap proses dg sukacita dan mndatangkn kmuliaan bgi Tuhan smpai saat ini..
ReplyDeleteHidup GBI Taman Sari 🎉👏😀😘
Amin, ayo maju terus persiapkan diri kedatanganNya semakin dekat.
Delete